Sebagian besar pemain eFootball sangat fasih merangkai serangan, namun sering kali kebobolan gol-gol mudah saat diserang balik.
Dalam mode kompetitif PvP, pertahanan yang solid tidak dibangun dengan terus-menerus menekan tombol "Press" atau menabrakkan bek ke arah penyerang lawan.
Engine pertahanan modern menuntut kesabaran, penempatan posisi spasial, dan penguasaan mekanika Match-up.
1. Hentikan Kebiasaan Mengeluarkan Bek Tengah (Center Back)
Kesalahan paling fatal yang sering terjadi adalah langsung memindahkan kursor ke Bek Tengah (CB) saat lawan melakukan serangan balik, lalu menarik bek tersebut maju ke tengah lapangan untuk merebut bola.
Tindakan ini menciptakan lubang masif di area pertahanan yang akan dieksploitasi oleh umpan terobosan lawan. Aturan emasnya: gunakan gelandang bertahan (DMF/CMF) Anda untuk mengejar bola ke belakang. Biarkan AI yang menjaga struktur garis pertahanan barisan bek Anda.
2. Mekanika Match-up adalah Kunci
Daripada menggunakan tombol lari dan tackle tradisional, pemain profesional lebih sering menggunakan perintah Match-up (biasanya dengan mengusap dan menahan tombol defend ke arah kiri/kanan pada versi mobile).
Saat berada dalam posisi Match-up, pemain Anda akan merendahkan titik berat tubuhnya dan secara otomatis menjulurkan kaki untuk memotong (intercept) arah umpan lawan atau memblokir tembakan.
3. Bertahan dengan Membaca Pikiran (Passing Lane Block)
Jangan memposisikan pemain Anda persis di depan pembawa bola lawan. Posisikan pemain Anda di antara pembawa bola dan target umpan yang paling logis. Ini disebut menutup jalur umpan (passing lane).
Sambil menahan Match-up, bergeraklah mundur secara perlahan untuk mendikte arah permainan lawan. Ketika lawan mulai frustrasi karena opsi umpan ke depannya tertutup, mereka sering kali akan memaksakan operan berisiko yang akan dengan mudah diserobot oleh gelandang Anda.