Salah satu alasan utama mengapa banyak pemain eFootball kesulitan mempertahankan keunggulan di babak kedua adalah penurunan fisik pemain secara drastis (stamina depletion). Pemain yang kelelahan akan bergerak lebih lambat, memiliki akurasi umpan yang buruk, dan sangat lamban dalam melakukan transisi defensif.
Berikut adalah cara mengelola stamina secara taktis untuk menjaga dominasi hingga peluit akhir.
1. Atur Penggunaan Tombol "Dash"
Kesalahan pemain amatir adalah menekan tombol Dash secara terus-menerus (bahkan saat tidak memegang bola). Ini menguras stamina pemain Anda dalam hitungan menit. Gunakan Dash hanya pada dua kondisi: saat ingin melewati bek lawan dalam situasi 1v1 atau saat melakukan pengejaran cepat (recovery) untuk memotong jalur umpan. Saat sirkulasi bola di lini tengah, biarkan pemain Anda berlari secara normal (jogging).
2. Gunakan Instruksi Taktis "Defensive" pada Fullback
Jika Anda menggunakan bek sayap yang naik terlalu tinggi, mereka akan menempuh jarak lari yang sangat jauh sepanjang pertandingan. Jika Anda tidak memiliki pemain dengan stamina di atas 90, aktifkan instruksi Defensive pada bek sayap Anda melalui menu Team Playstyle. Ini akan membatasi mobilitas mereka hanya di wilayah pertahanan sendiri, menjaga stamina mereka tetap utuh untuk menghadapi serangan lawan di akhir babak.
3. Rotasi Pemain adalah Investasi, Bukan Hukuman
Banyak pemain enggan melakukan pergantian pemain sampai menit ke-80. Padahal, Super-Sub (pemain dengan skill khusus) sangat mematikan di menit ke-60 hingga 70. Lakukan rotasi pada sektor yang paling menguras tenaga, yaitu lini tengah (CMF) dan sayap (Winger). Memasukkan pemain segar dengan stamina penuh di saat lawan sudah kelelahan adalah cara paling efektif untuk mencetak gol di menit-menit krusial (injury time).