Setelah sistem filtrasi biologis matang dan siklus nitrogen berjalan stabil, tantangan terbesar berikutnya dalam memelihara ekosistem akuarium adalah menjaga keseimbangan estetika dari serangan alga. Banyak penghobi yang frustrasi ketika air jernih mereka tiba-tiba dikuasai oleh hair algae (alga rambut) atau green water. Untuk akuarium dengan dimensi spesifik seperti panjang 50 cm, lebar 27 cm, dan tinggi 30 cm, rasio volume air terhadap intensitas cahaya membutuhkan kalkulasi perawatan (maintenance) yang sangat presisi agar tanaman air tumbuh subur tanpa memberi ruang bagi spora alga.
Faktor pemicu utama ledakan alga adalah ketidakseimbangan antara durasi pencahayaan (fotoperiode) dan nutrisi berlebih (nitrat dan fosfat). Pada tank berukuran 50x27x30 cm, kedalaman air yang relatif dangkal berarti cahaya dari lampu LED akan menembus hingga ke dasar substrat dengan intensitas tinggi (PAR tinggi). Oleh karena itu, batasi fotoperiode maksimal 6 hingga 8 jam per hari menggunakan timer otomatis. Jika lampu menyala lebih dari waktu tersebut, tanaman tidak akan mampu menyerap nutrisi ekstra, dan alga akan langsung mengambil alih sisa nutrisi tersebut untuk berkembang biak.
Selain kontrol cahaya, rutinitas penggantian air atau Water Change (WC) adalah mekanisme "ekspor nutrisi" yang tidak bisa ditawar. Lakukan WC sebanyak 30% hingga 50% setiap satu atau dua minggu sekali, tergantung pada bioload (jumlah kotoran ikan). Proses penyedotan air (siphoning) harus difokuskan pada area dasar untuk mengangkat penumpukan detritus organik di celah-celah bebatuan. Setelah air baru yang sudah diendapkan masuk, aliran dari pompa filter akan kembali mendistribusikan oksigen terlarut secara merata ke seluruh sudut tank berukuran 50cm ini, memastikan ekosistem kembali segar, seimbang, dan bebas dari parasit visual.
